Rabu, 11 November 2009

Gagal dan Bangkit Lagi

Pada suatu sore, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung. dia terlihat berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu. sebentar-sebentar ia terduduk dan menghela napas panjang. kegiatan itu diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.
Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk. dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpukkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu. maka, sarang itu pun dirusaknya tampa ampun.
Seusai melepaskan kejengkelannya, perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya ? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau dia akan membuat kembali sarangnya ditempat lain ? Rasa penasaran itu rupannya segera mendapatkan jawaban. tak lama, silaba-laba tampak kembali ke tempatnya semula. Laba-laba itu mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang di pintalnya dari awal, semakin lama semakinlebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.
Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang baru. Kembali ranting si pemuda bereaksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya ?
Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal. dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.
Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan. tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, dengan giatnya tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadaran si pemuda.
Hal itu menimbulkan perasaan malu dirinya. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan ! Maka, melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi ! berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kehancuran ! " segera, sipemuda bangkit dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

By : "18 Wisdom & Succes" Bpk. Andrie Wongso


" MENGALAMI KEGAGALAN BUKAN BERARTI KITA HARUS MENYERAH, APALAGI PUTUS ASA. SEBAB, SEBENARNYA DENGAN KEGAGALAN ITU BERARTI KITA HARUS INTROPEKSI DIRI DAN BERIKHTIAR LEBIH KERAS DARI HARI KEMARIN " SEMOGA KEJADIAN DI ATAS BISA MEMBERI SEDIKIT PENCERAHAN PADA JIWA KITA...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar